September Ceria
By Maruli Tampubolon
Di ujung kemarau panjang
Yang bersinar menyakitkan
Kau datang menghantar
Berjuta kesejukan
Kasih...
Kau beri udara untuk nafasku
Kau beri warna bagi kelabu jiwa
Kelabu jiwaku
Tatkala butiran hujan
Mengusik impian semu
Kau hadir disini
dibatas kerinduanku
Kasih...
Kau singkap tirai kabut dihatiku
Kau isi harapan baru untuk menyongsong
Masa depan bersama
September ceria.. September ceria..
September ceria.. September ceria..
Milik kita bersama
Kasih..
Kau sibak sepi di sanubariku
Kau bawa daku berani dalam asmara
Dan mendamba bahagia
September ceria.. September ceria..
September ceria.. September ceria..
Milik kita bersama
Jumat, 04 September 2015
Sabtu, 28 Maret 2015
Pena Rindu
Entah apa judulnya , tapi terbesit dalam pikiran untuk menuliskan ini mungkin bisa disebut sajak atau prosa atau dongeng, novel,cerpen apapun lah, terserah kalian :DD untuk seseorang yang terkadang masuk ke dalam pikiran , datang tak diundang pulang tak diantar , pergi tak bilang bilang pulang tak bawa uang haha lupakan
Tidak semua rindu itu menyayat
Hanya saja salah bertempat
Tidak semua angan itu menyepi
Hanya saja salah bertepi
Angan yang salah berbuah rindu yang lelah
Karena angan dalam rindu seperti sudut garis siku - siku
Tegak lurus untuk sebuah jawaban
Rindu menoleransi asa, tapi rindu ini tak harus masuk dalam nyata
Kita bagaikan lekukan angka 8
Tak dapat dimengeti oleh logika
25 Maret 2015 .
difira
Tidak semua rindu itu menyayat
Hanya saja salah bertempat
Tidak semua angan itu menyepi
Hanya saja salah bertepi
Angan yang salah berbuah rindu yang lelah
Karena angan dalam rindu seperti sudut garis siku - siku
Tegak lurus untuk sebuah jawaban
Rindu menoleransi asa, tapi rindu ini tak harus masuk dalam nyata
Kita bagaikan lekukan angka 8
Tak dapat dimengeti oleh logika
25 Maret 2015 .
difira
Langganan:
Komentar (Atom)